Mengenal Asam Jawa, Bumbu Dapur Sekaligus Obat Penyakit Kanker

Reysah Larasati - Selasa, 18 Apr 2023 - 18:01 WIB

Mengenal Asam Jawa, Bumbu Dapur Sekaligus Obat Penyakit Kanker
Beragam manfaat yang dimiliki asam jawa. - Pixabay.com
Advertisements

BANDAR LAMPUNG, DAUNLEBAR.COM – Sering digunakan untuk menambah cita rasa masakan Indonesia. Asam Jawa ternyata dapat digunakan sebagai Obat tradisional.

Menariknya, ternyata selain digunakan sebagai penambah rasa, asam jawa juga memiliki Manfaat untuk kesehatan.

Ada banyak ciri untuk mengidentifikasi spesies pohon asam, mulai dari bentuk batang, daun, dan buah. Tanaman asam jawa juga menyimpan sejuta Manfaat dan khasiat, terutama sebagai minuman kesehatan.

Asam Jawa atau dalam bahasa latin dikenal dengan Tamarindus indica L. juga dikenal masyarakat umum sebagai Asam Jawa

Pohonnya memiliki nama yang berbeda di setiap daerah. Misalnya di Aceh pohon ini dikenal dengan nama bak mee.

BACA JUGA : Manfaat" target="_blank" rel="noopener">Sering Dianggap Gulma, Ternyata Ketumpang Air Kaya Manfaat

Kemudian dalam bahasa Melayu disebut asem, di Minangkabau disebut cumalagi dan di Bima disebut mangga.

Orang Makasar juga menyebutnya kamba, di Dayak dan Ternate asem, di Madura Acem, di Gorontalo Asang Jawi, di Sunda Tangkal asem, di Sasak Bage, di Barros Saamba, di Tanimbar Sablak dan di wilayah Timor dikenal kanefo kiu.

Batang pohon asam bercirikan tegak, berkayu, berwarna coklat muda dan berbentuk bulat. Sedangkan permukaan batang pohon asam merupakan lentisel dengan sistem percabangan simpodial. 

Asam Jawa terkenal bisa tumbuh sangat besar, mencapai ketinggian 25-30 meter.

Daun pohon asam tumbuh dalam bentuk majemuk tunggal dan lonjong satu sama lain. Panjang daun sekitar 1-2,5 cm dan lebar 0,5-1 cm. 

BACA JUGA : Kenalan Dengan Sikas, Tanaman Hias Berbentuk Unik

Ujung daun pohon asam jawa cenderung tumpul sedangkan pangkalnya membulat. Pinggir daun memiliki tulangan menyirip pipih yang warnanya hijau.

Bunga pohon asam tumbuh di ketiak daun dan berbentuk seperti grampo. Batang yang menopang bunga hanya sekitar 0,6 cm panjangnya dan berwarna kuning. 

Bunganya biasanya berwarna coklat kehijauan dan memiliki kelopak berbentuk tabung dengan banyak benang sari.

Benang sarinya berwarna putih, warnanya sama dengan putiknya. Ukuran mahkotanya cukup kecil dan berwarna kekuningan. Pohon ini juga berbuah dalam polong dengan lebar sekitar 2 cm dan panjang hingga 10 cm.

Warna buah asam jawa hijau kecokelatan dan terdapat biji di dalamnya. Bentuk biji asam jawa kotak pipih dengan warna coklat. 

BACA JUGA : Yuk, Kenali Tanaman Hias Daun dan Bunga

Biji ini memiliki akar tunggang coklat yang tampak kotor.

Saat pohon asam mekar, semua daun rontok, begitu pula cabang-cabang pohon asam. Setelah itu, bunga asam jawa mulai mekar, disusul tunas daun muda dan cabang baru.

Asal usul pohon asam masih belum pasti, tetapi kemungkinan berasal dari hutan sabana tropis Afrika. 

Tanaman asam jawa tumbuh subur di daerah semi gersang dan iklim muson lembab dengan suhu maksimal mencapai 47 derajat Celcius.

Curah hujan yang sesuai antara 500 dan 15.000 mm per tahun tetapi masih dapat meningkat menjadi 350 mm per tahun meskipun ini kurang optimal. 

BACA JUGA : 7 Tanaman Hias Daun yang Cocok Ditanam di Halaman Rumah

Di sisi lain, jika tumbuh di daerah dengan curah hujan lebih dari 4000 mm, pembungaan dan pembuahan justru akan terhambat.

Melansir dari laman halodoc.com, asam Jawa terkenal karena penggunaannya sebagai tanaman pangan di beberapa daerah seperti Asia dan Meksiko. 

Manfaat Asam Jawa untuk Kesehatan

Kaya Antioksidan

Asam Jawa dipercaya sebagai sumber antioksidan karena kaya akan fitonutrien. Kandungan ini juga dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.  

BACA JUGA : Tanaman Hias Lidah Mertua: Klasifikasi Taksonomi, Morfologi, dan Habitat

Antioksidan juga diperlukan untuk mengurangi peradangan yang disebabkan oleh stres oksidatif.

Selain itu asam jawa juga mengandung polifenol seperti flavonoid yang sangat baik untuk membantu tubuh mengatur kolesterol. 

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap hamster dengan kadar kolesterol tinggi, kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida menurun setelah diberi buah Asam Jawa.

Anti Kanker

Satu studi menemukan bahwa asam jawa memiliki sifat anti kanker. Karena dapat mengurangi tanda-tanda stres oksidatif dan menunda perkembangan karsinoma pada sel ginjal. 

BACA JUGA : Mengenal Daun Sang Atau Daun Payung si Tumbuhan Berdaun Raksasa

Hal ini diduga karena efek antioksidannya, dan ekstrak biji asam jawa juga memiliki efek induksi enzim antioksidan dan efek antikanker.

Antimikroba

Asam Jawa juga bermanfaat sebagai antimikroba, yaitu sebagai antijamur, antivirus, dan antibakteri. 

Ekstrak asam buah ini mengandung senyawa alami yang memiliki efek antimikroba. Yang sering digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk malaria. 

Selain itu, senyawa lupeol yang dikandungnya sering dikaitkan dengan efek antibakteri.

BACA JUGA : Ingin Mudik Tetapi Takut Tanaman Hias Mati? Simak Tips Berikut

Melindungi Hati

Hati adalah salah satu organ yang rentan terhadap gangguan yang meliputi perlemakan hati. 

Ekstrak buah asam jawa telah terbukti memiliki efek perlindungan yang terbukti pada hati. Ini karena adanya antioksidan yang disebut procyanidins, yang mampu melawan kerusakan akibat radikal bebas di hati.

Mencegah Diabetes

Manfaat asam jawa yang terakhir adalah pencegahan penyakit diabetes. 

BACA JUGA : Ternyata Umbi Tanaman Hias Keladi Tengkorak Dapat Dikonsumsi

Efek kesehatan ini disebabkan oleh kandungan antiradang pada ekstrak biji asam jawa yang dianggap memiliki potensi perlindungan yang efektif dan meningkatkan regulasi gula darah agar tetap normal. 

Ketika asam jawa dimakan secara teratur oleh penderita diabetes, dapat menurunkan gula darah.

(*)

Advertisements
Ikuti kami di Google News untuk update informasi dan artikel terbaru: Google News Daunlebar.com
Konten dibawah ini adalah iklan platform MIXADVERT. Daunlebar.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Konten dibawah ini adalah iklan platform MGID. Daunlebar.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Bagikan:
Editor: Ajeng Monika Selis
Sumber:

REKOMENDASI