Yuk, Mengenal Sarang Semut: Tumbuhan Langka Asal Papua yang Kaya Manfaat

Reysah Larasati - Kamis, 13 Apr 2023 - 15:27 WIB

Yuk, Mengenal Sarang Semut: Tumbuhan Langka Asal Papua yang Kaya Manfaat
Tumbuhan langka asal Papua yang kaya akan manfaat baik. - Foto Tangkapan Layar/Instagram @sapnudinherbal
Advertisements

BANDAR LAMPUNG, DAUNLEBAR.COM – Termasuk tumbuhan epifit dari genus Hydnophytinae (Rubiceae). Sarang semut telah lama dikenal dan digunakan masyarakat sebagai obat tradisional dan berpotensi sebagai antioksidan alami. 

Sarang semut tumbuh  setinggi 8 meter pada ketinggian 1100-2500 meter di atas permukaan laut. 

Tumbuhan ini dapat ditemukan di hutan bakau, padang rumput, dan  hutan hujan tropis. 

Memiliki berumbi dan berongga  pada batangnya, sarang semut biasanya tumbuh  pada berbagai tanaman seperti eucalyptus, mountain cypress, hornbeam dan beech.

Tumbuhan ini memiliki batang tebal tidak bercabang yang ditutupi klipeoli dan alveoli berduri. 

BACA JUGA : Cantik Menawan, Yuk Ketahui Keunikan Bunga Morning Glory

Daun tunggal, lonjong, panjang sampai 35 cm, batangnya tersusun menyebar tetapi sebagian besar terkumpul di ujung batang, dan berwarna hijau. Helaian daun tebal dan permukaan daun tumpul.

Tumbuhan ini memiliki keunikan  interaksi semut, akibatnya umbinya bersarang dan membentuk koloni di dalamnya. 

Kestabilan suhu  umbi membuat koloni semut merasa nyaman di  tanaman ini untuk waktu yang lama. 

Koloni semut yang hidup di  rongga batang tumbuhan ini adalah semut  Iridomyrmex corda.

Sarang Semut tidak memiliki akar tetapi melekat pada batang pohon. 

BACA JUGA : Klasifikasi-taksonomi-Morfologi-dan-habitat" target="_blank" rel="noopener">Tanaman Hias Lidah Mertua: Klasifikasi Taksonomi, Morfologi, dan Habitat

Reaksi kimia alami terjadi dalam jangka waktu yang lama,  antara senyawa yang dikeluarkan semut dan kandungan yang terkandung  dalam buah Sarang Semut

Akar sarang semut tidak berfungsi sebagai penyerap makanan, hanya sebagai pengikat  pohon inang.

Penduduk pedalaman Wamena Papua bagian barat (Suku Bogondini dan Tolikara) telah menggunakan sarang semut sebagai  obat rematik dan asam urat secara turun temurun.

Senyawa dari golongan flavonoid dan tanin dari sarang semut dapat menyembuhkan berbagai  penyakit.

Flavonoid bertindak sebagai antibiotik, antivirus terhadap HIV dan herpes. 

BACA JUGA : Yuk, Kenali Jenis-Jenis Tanaman Hias Aroid

Selain itu, flavonoid digunakan untuk mengobati dan mencegah berbagai penyakit seperti asma, katarak, diabetes, asam urat/rematik, migrain, wasir, periodontitis dan kanker.

Biasanya bagian  yang digunakan untuk mengobati sarang semut adalah umbinya. 

Cara tradisional untuk menggunakannya adalah dengan memotong atau menggiling umbi secara melintang, kemudian direbus dan diminum air rebusannya.

Meskipun penggunaan sarang semut dalam pengobatan tradisional  banyak. 

Tapi di sisi lain,  permintaan yang meningkat meningkatkan potensi eksploitasi  tanaman ini.

BACA JUGA : Mengenal Centella Asiatica: Tumbuhan Liar yang Kerap Dijadikan Bahan Baku Skincare

Yang tidak diimbangi dengan perlindungan, maka hal itu bisa menyebabkan kepunahan sarang semut selain itu karena sarang semut sulit tumbuh secara konvensional.

(*)

Advertisements
Ikuti kami di Google News untuk update informasi dan artikel terbaru: Google News Daunlebar.com
Konten dibawah ini adalah iklan platform MIXADVERT. Daunlebar.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Konten dibawah ini adalah iklan platform MGID. Daunlebar.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Bagikan:
Editor: Ajeng Monika Selis
Sumber:

REKOMENDASI