Mengenal Daun Sang Atau Daun Payung si Tumbuhan Berdaun Raksasa
Reysah Larasati - Kamis, 13 Apr 2023 - 18:15 WIB
BANDAR LAMPUNG, DAUNLEBAR.COM – Memiliki nama ilmiah Johannestijsmania altifrons ,Daun Sang merupakan tumbuhan khas Indonesia.
Daunnya yang sangat besar dan mampu tumbuh hingga setinggi 6 meter. Lebar daunnya mencapai 1 meter.
Baca Juga : Lidah Buaya, si Hijau yang Kaya Manfaat
Sayangnya, sedikit orang yang mengetahui keberadaan tumbuhan unik ini.
Beberapa kalangan (termasuk Kementerian Kehutanan RI) mengklaim bahwa daun Sang endemik Sumatera, Indonesia, dan hanya terdapat di kawasan Aras Napal, Besitang.
Sebuah kawasan di Kabupaten Langkat yang merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
BACA JUGA : Dikenal Sebagai Buah Masa Kecil, Simak Manfaat Buah Ceri Kersen untuk Kesehatan
Daun Sang adalah salah satu dari empat spesies dalam genus Johannestijsmania, yang hanya tumbuh di Asia Tenggara.
Tanaman daun sang berasal dari keluarga Arecaceae (arecanut atau palem).
Tanaman dengan nama ilmiah Johannestijsmania altifrons ini juga dikenal dengan nama Daun Payung Sal, Sal (Malaysia), Bang Soon (Thailand), Joey Palm, Diamond Joey Palm, Umbrella Leaf Palm (Inggris).
Nama ilmiah Daun sang berasal dari nama Profesor Teijsman (Elias Teymann Johannes).
Seorang ahli botani Belanda yang pertama kali menemukan genus tumbuhan unik ini di pedalaman Sumatera, Indonesia, pada awal abad ke-19.
BACA JUGA : Klasifikasi-taksonomi-Morfologi-dan-habitat" target="_blank" rel="noopener">Tanaman Hias Lidah Mertua: Klasifikasi Taksonomi, Morfologi, dan Habitat
Tumbuhan Unik Daun Sang(Johannestijsmania altifrons) termasuk dalam jenis palma atau palem (Arecaceae).
Ciri khas tumbuhan unik ini adalah daunnya berbentuk berlian dengan panjang 6 meter dan lebar 1 meter, meski rata-rata daun yang ditemukan hanya sepanjang 3 meter.
Daun tanaman unik ini hanya mencuat dari tanah karena batang tanaman unik ini pendek dan biasanya tersembunyi di dalam tanah, serta daunnya memiliki tepi bergerigi.
Daun Sang merupakan tanaman yang tidak tahan terhadap sinar matahari langsung, sehingga tanaman unik ini lebih banyak ditemukan di bawah rindangnya pepohonan.
Cara hidupnya pun unik, yaitu dengan berkelompok membentuk gugusan, namun persebarannya sangat terbatas.
BACA JUGA : Cantik Menawan, Yuk Ketahui Keunikan Bunga Morning Glory
Tanaman ini lebih banyak berkembang biak dengan cara peranakan dibandingkan dengan bijinya yang tertutup oleh cangkang kulit tebal, bulat dan bergerigi.
Meningkatnya penggundulan hutan, kebakaran hutan, dan pembukaan lahan, tanaman besar yang menaungi daun sang yang unik semakin berkurang.
Hal ini menyebabkan sinar matahari langsung menerpa daun sang yang pada akhirnya membunuh daun sang unik ini.
(*)