Yuk, Kenalan Dengan  Edelweiss Si Bunga Abadi

Muhammad Arria Imami - Jumat, 17 Mar 2023 - 13:15 WIB

Yuk, Kenalan Dengan  Edelweiss Si Bunga Abadi
Bunga Edelweiss si bunga abadi yang sudah mulai langka. - Pixabay.com
Advertisements

BANDAR LAMPUNG, DAUNLEBAR.COM – Bunga Edelweiss (Anaphalis Javanica) salah satu flora endemik  konservasi yang dilindungi.

Dikenal dengan nama Bunga Abadi, Edelweiss tumbuh subur di daerah tandus vulcanik pegunungan seperti di Gunung Bromo,Gunung Lawu, Gunung Gede, Gunung Kawi, Gunung Rinjani, dan Gunung Pangrango.

Bunga Edelweiss pertama kali ditemukan pada tahun 1819 tepatnya di Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat oleh Georg Karl Reinwardt.

Edelweiss termasuk kedalam jenis tanaman liar yang  memiliki akar merambat atau menyebar hanya di permukaan tanah.

Bunga Edelweiss ini dapat menjaga struktur tanah dipada daerah pegunungan serta mencegah terjadinya longsor dan erosi.

Memiliki ciri, daun yang bertekstur cukup lembut, serta mudah rapuh ketika dipegang. Bunga Edelweiss bisa tumbuh dengan tinggi mencapai 5 sampai 30 cm.

Daun bunga Edelweiss berbentuk linear dan lancip dengan panjang daun ini berkisar 4 hingga 6 cm dan lebar berkisar 0,5 cm serta mempunyai bulu halus berwarna putih  mirip dengan wol.

Satu bunga Edelweiss  memiliki 6 sampai 9 kelopak daun berbulu yang berbentuk seperti tombak.

Kelopak pada bunga ini memiliki warna putih dengan tekstur lembut dan bagian kepala bunga  berwarna kuning.

Keunikan lain dari tanaman bunga Edelweis adalah memiliki sifat epifit yaitu membutuhkan tumbuhan lain secara simbiosis agar dapat menyerap air dan nutrisi lebih efek.

Baca Juga: https://daunlebar.com/artikel/rlo-35/simak-ini-fakta-fakta-menarik-dan-filosofi-dari-bunga-matahari

break

Sifat epifit pada bunga Edelweiss juga yang membuat  batang sekaligus menjadi tangkai dan bida tumbuhan nya tidak membesar.

Tetapi jenis Edelweiss  yang tumbuh di luar Indonesia memiliki penampilan yang sedikit berbeda dengan yang di Indonesia.

Bunga Edelweiss di Indonesia memiliki ciri bunga berbentuk bintang dengan kelopak memiliki warna putih kekuningan bagian tengah bunga berwarna kuning. 

Berbeda dengan bunga edelweiss yang tumbuh di Eropa memiliki ukuran yang  lebih kecil dengan jumlah kelopak lebih banyak, agak sedikit tebsl dan berwarna agak lebih putih.

Disebut sebagai bunga simbol keabadian  karena bunga Edelweis  bisa mekar dan mampu bertahan selama 10 tahun karena Edelweis punya hormon khas.

Hormon  etilen lyang berfungsi menekan hormon pertembuhan  yang membuat kelopak bunganya Edelweiss tidak gugur mampu mekar sampai 10 tahun.

Proses perkembangbiakan bunga Edelweis terbilang cukup unik karena dibantu angin yang menerbangkan serbuk sari ke media tumbuh lainnya.

Tidak hanya tumbuh di Indonesia bunga Edelweiss dapat ditemukan dinegara-negara Eropa yang memiliki ketinggian 1.700 hingga 2.700 mdpl.

Sama seperti di Indonesia negara-negara di eropa  seperti Jerman, Spanyol, Prancis, Italia, Swiss, dan Bulgaria melindungi Bunga Edelweiss

Sebagai informasi, Edelweis menjadi bunga nasional Swiss dan menjadi  bunga yang penting bagi budaya Austria, Italia, dan Rumania.

Baca Juga: https://daunlebar.com/artikel/rlo-34/mengenal-bunga-cempaka-si-cantik-dengan-segudang-manfaat-baik-bagi-kesehatan

break

Sayangnya bunga Edelweiss terancam punah, hal inilah yang membuat bunga ini menjadi salah satu tanaman yang dilindungi.

Pada tahun 2003 lalu, kantor pos Indonesia pernah mencetak  perangko bergambar bunga Edelweiss yang dijadikan sebgai pengingat bahwa bunga ini terancam punah.

Penyebabnya terancam punahnya bunga ini karena sering dipetik oleh wisatawan yang jahil alasan kenang-kenangan. 

Banyak oknum yang sengaja  menjual edelweiss kepada wisatawan dan pendaki  mereka membeli dengan alasan seperti estetis, kebutuhan spiritual, atau sekadar kenang-kenangan oleh para pendaki. 
undang undang  No.5 tahun 1990 Pasal 40 ayat 2, mengatur tentang Bunga Edelweiss:  "Bagi siapa saja yang sengaja memetik bunga Edelweis, maka akan dipidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta,".

Bahkan di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, bunga Edelweiss sudah dinyatakan punah sehingga sudah ada undang-undang terkait larangan memetik bunga edelweiss.

Edelweiss yang ada di Gunung Bromo bukan bunga yang secara alami tumbuh melainkan hasil dari Budidaya yang menggunakan  hasil dari proses pewarnaan buatan.

Suku tengger yang mendiami Kawasan bromo, selain untuk menjaga keselestarian bunga ini dijadikan untuk kebutuhan sesajen ritual keagamaan.

Mereka juga mempercayai bahwa bunga Edelweiss  ini mempunyai kekuatan magis untuk mengusir roh jahat dari areal peternakan.
(*)

Advertisements
Ikuti kami di Google News untuk update informasi dan artikel terbaru: Google News Daunlebar.com
Konten dibawah ini adalah iklan platform MIXADVERT. Daunlebar.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Konten dibawah ini adalah iklan platform MGID. Daunlebar.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Bagikan:
Editor: Ajeng Monika Selis
Sumber:

REKOMENDASI