Bunga Crocus Sativus: Taksonomi dan Morfologi
Ajeng Monika Selis - Sabtu, 25 Mar 2023 - 16:00 WIB
BANDAR LAMPUNG, DAUNLEBAR.COM –Bunga crocus sativus atau lebih dikenal dengan nama bunga Saffron telah dibudidayakan sejak sekitar 3.000 tahun yang lalu.
Bunga Saffron yang saat ini dikenal karena kandungannya yang memiliki banyak manfaat baik untuk Kesehatan itu berasal dari mutasi Crocus cartwrightianus.
Baca Juga : Mengenal 5 Jenis Bunga Petunia yang Cantik
Crocus Sativus merupakan jenis bunga yang muncul pada akhir zaman perunggu.
Bunga ini muncul di Pulau Kreta, Yunani. Kemunculan crocus sativus merupakan dampak dari seleksi yang dilakukan oleh petani yang menanam, bunga yang mempunyai Putik yang panjang.
Pada masa itu, bunga yang mempunyai Putik panjang merupakan kegiatan bertani yang cukup populer.
BACA JUGA : Alocasia Macrorrhiza Variegata, si Daun Cantik Penghias Teras Rumah
Terlebih dalam catatan sejarahnya, bunga Saffron dikenal sebagai Tanaman Obat.
Tanaman bunga yang dijadikan sebagai obat herbal ini tercatat mampu mengobati hingga 90 penyakit.
Itulah yang menjadi alasan bunga Saffron terus dimanfaatkan putiknya hingga di masa sekarang.
Selain digunakan sebagai Obat Herbal, Saffron juga banyak digunakan sebagai bahan tambahan berbagai keperluan.
Beberapa keperluan yang sejak zaman dahulu menggunakan bunga Saffron diantaranya dijadikan rempah, bumbu masakan, parfum, hingga pewarna.
BACA JUGA : Kesehatan" target="_blank" rel="noopener">Sering Dijadikan Jamu, Ini Manfaat Temulawak bagi Kesehatan
Tanaman bunga Saffron dapat tumbuh subur di daerah yag beriklim Mediterania atau Kaparal seperti Amerika Utara.
Negara yang berilkim ini dinilai mempunyai kondisi angin musim panas yang kering melewati tanah kering atau semi kering.
Sebagai informasi tambahan, tanaman bunga Saffron dapat bertahan dalam musim dingin yang membeku.
Ketahanan tanaman ini terhadap embun beku adalah hingga -1 derajat Celcius dan tertutup salju dalam waktu singkat.
Namun jika ditanam di negara beriklim basah seperti Kashmir (curah hujan rata-rata 1.000 sampai dengan 1.500 mm per tahun). Maka perlu dibuatkan drainase.
BACA JUGA : Kesehatan-kulit-hingga-tingkatkan-aliran-darah" target="_blank" rel="noopener">Manfaat Daun Pegagan: Bantu Jaga Kesehatan Kulit hingga Tingkatkan Aliran Darah
Negara tersebut tentunya berbeda dengan Yunani dan Spanyol yang memiliki curah hujan lebih rendah sehingga memerlukan pengairan dengan cara membuat irigasi.
Jika bunga Saffron ditanam di wilayah dengan curah hujan tinggi di musim semi dan kering di musim panas. Maka akan menghasilkan hasil panen yang melimpah.
Hal ini tentunya berbeda dengan kawasan dengan curah hujan tinggi hingga mengalami musim dingin saat masa berbunga. Itu justru akan membuat hasil panen berkurang dan tanaman Saffron menjadi terserang penyakit.
Crocus Sativus atau bunga Saffron adalah hasil seleksi buatan pembudidaya yang menginginkan hasil tangkai Putik yang panjang.
BACA JUGA : Kesehatan-tubuh" target="_blank" rel="noopener">Simak, Ini Manfaat Bunga Telang untuk Kesehatan Tubuh
Bunga Saffron identik dengan warna ungu dan tidak menghasilkan biji.
Mengapa tidak menghasilkan biji? Hal ini karena dalam perbanyakannya, bunga Saffron steril dan bergantung pada bantuan tangan manusia.
Baca Juga : Monstera Adansonii, si Janda Bolong yang Populer
Pada bagian bunganya terdapat subang yang harus digali dan dipisah.
Hal itu dilakukan untuk melakukan penanaman di musim selanjutnya.
Subang hanya akan bertahan satu musim dan akan membelah diri menjadi 10 anak subang atau hingga tumbuh tanaman yang baru.
BACA JUGA : Lidah Buaya, si Hijau yang Kaya Manfaat
Subang pada bunga Saffron berbentuk globular dengan diameter 4,5 cm yang diselubungi dengan serat di bagian luar.
Serat yang menyelubungi subang berada di bagian luar dan tumbuh bersilangan.
Subang baru akan mengeluarkan sebanyak 5 sampai dengan 11 helai daun hijau yang berbentuk ramping setelah mengalami tahap estivasi pada musim panas.
Daun-daun tersebut akan tumbuh ke atas dengan panjang mencapai 40 cm.
Lalu ketika musim gugur telah tiba, kuncup bunga berwarna ungu akan keluar.
BACA JUGA :Yuk, Kenali Jenis-Jenis Tanaman Hias Aroid
Bunga Saffron yang keluar biasanya akan berwarna cerah mulai dari ungu terang hingga ungu merah jambu.
Kemudian pada bulan Oktober, sebagian besar bunga akan menghasilkan biji.
Selanjutnya bunga bernama latin crocus sativus memiliki Klasifikasi ilmiah yaitu masuk dalam kingdom Plantae.
Lalu termasuk dalam divisi Magnoliophyta, kelas Liliopsida, ordo Asparagales, famili Iridaceae, genus Crocus dan spesies Crocus Sativus.
BACA JUGA : Perhatikan! Obat Herbal Temulawak Tenyata Punya Efek Samping
(*)