Monstera Adansonii, si Janda Bolong yang Populer
Ajeng Monika Selis - Sabtu, 11 Mar 2023 - 14:45 WIB
BANDAR LAMPUNG, DAUNLEBAR.COM – Siapa yang tidak kenal tanaman Monstera Adansonii alias si Janda Bolong yang sempat populer di Tanah Air.
Monstera Adansonii atau Janda Bolong makin dikenal banyak kalangan sejak masa pandemi Covid-19.
Bagi yang belum tahu, tanaman Monstera Adansonii atau Janda Bolong masuk ke dalam jenis Monstera adansonii dan Monstera obliqua. Jenis ini tidak masuk dalam Monstera deliciosa.
Dari diartikan dalam bahasa Jawa, tanaman Janda Bolong dikenal dengan sebutan ron phodo bolong yang berarti daun pada bolong.
Jika diucapkan secara singkat dan cepat, maka nama tersebut akan terdengar seperti ron dho bolong.
Melansir dari jurnal Tanaman Monstera Deliciosa, Rondo dalam bahasa Jawa sendiri diartikan sebagai janda.
Jenis asli tanaman Monstera sebenarnya berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Dulunya tanaman Monstera sangat langka sehingga sulit ditemukan di Indonesia karena persebarannya memang di benua Amerika.
Baca Juga : Jangan Menganggapnya Gulma, Ternyata Tanaman Eceng Gondok Bisa Dijadikan Kerajinan Tangan
Diantara lebih dari 48 spesies Monstera, jenis Janda Bolong termasuk tanaman yang paling cepat menyebar di Indonesia.
Tanaman Monstera merupakan tumbuhan yang kebanyakan memiliki helai daun utuh diseluruh permukaannya. Uniknya, daun pada helainya sering dijumpai lubang-lubang.
break
Monstera Adansonii akan tampak seperti tanaman yang merambat dan cocok dijadikan tanaman teralis.
Jika kamu memiliki tanaman jenis ini, maka ketika ditopang dengan tiang, Janda Bolong akan tumbuh tinggi dan daunnya pun makin membesar.
Tanaman Monstera memang identik dengan daun lebar dengan pola belahan pada helaian (split-leaf), halus dan mengkilap.
Hal inilah yang membuat Monstera Adansonii sering kali membuat visualisasi dasar (background filler) pada rangkaian bunga.
Jika kamu melihat habitat asli dari tanaman Monstera, tumbuhan ini bisa tumbuh sebagai tanaman autotrop atau epifit yang tumbuh menjalar, berumpun, atau merambat di bawah vegetasi hutan.
Namun demikian, tanaman ini bergantung pada intensitas cahaya rendah atau ternaungi sebab tidak menyukai cahaya matahari secara langsung.
Optimalnya, tanaman Monstera tumbuh pada lingkungan yang lembab, tanah bertekstur liat tapi berpasir, mengandung banyak bahan organik, drainase air yang baik, serta lingkungan yang beriklim tropis bebas dari frost.
Tanaman yang satu ini juga agak toleran dengan kekeringan, namun sangat sensitif terhadap salinitas dan suhu disekitarnya.
Monstera Adansonii alias Janda Bolong mempunyai dua tipe akar yang bisa keluar dari setiap buku batang.
Sebagai informasi, tanaman yang memiliki akar dengan sifat geotrofi negatif biasanya pendek dan berujung pada serabut akar yang mempunyai sifat adhesif.
break
Akan akan termodifikasi menjadi akar aerial jika berada di daerah lembab seperti rawa-rawa.
Dalam hal ini, akar tersebut akan beradaptasi dalam kondisi tergenang sehingga berfungsi sebagai alat perambat pada pohon disekitarnya.
Kemudian tanaman yang mempunyai sifat akar geotrofi positif, maka akarnya bisa memanjang sampai masuk ke dalam tanah.
Fungsinya adalah untuk mengabsorpsi air dan nutrisi dari dalam tanah.
Selanjutnya untuk perkembangbiakan, tanaman Monstera secara alami bisa berkembangbiak secara generatif dan vegetatif.
Jika ingin teknik perkembangbiakan tanaman ini dilakukan secara cepat, maka bisa menggunakan cara vegetatif. (*)