Jadi Lokasi Penelitian, Kebun Raya Liwa Miliki 5.285 Spesimen Tumbuhan
Alam Islam - Jumat, 10 Mar 2023 - 18:45 WIB
LAMPUNG BARAT, DAUNLEBAR.COM - Sejak diresmikan pada 2017 lalu, Kebun Raya Liwa (KRL) telah memiliki 5.285 spesimen tumbuhan. Rinciannya 462 spesies, 333 genus/marga dan 232 family.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Barat Muhammad Henry Faisal menyatakan, koleksi tumbuhan di Kebun Raya Liwa merupakan hasil eksplorasi dan perbanyakan, bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Koleksi tumbuhan yang menjadi favorit khususnya untuk kegiatan penelitian, baik yang dilakukan oleh mahasiswa atau dosen perguruan tinggi antara lain family orchidaceae (anggrek), araceae (talas-talasan) dan begoniaceae (begonia).
Koleksi yang dimiliki Kebun Raya Liwa juga cukup banyak. Untuk anggrek terdiri dari 53 genus/marga, 115 spesies dan spesimen 1.054.
Lalu untuk araceae sebanyak empat marga/genus, empat spesies dan 56 spesimen.
break
Untuk koleksi Begoniaceae sebanyak satu marga, 17 spesies dan 217 spesimen.
Koleksi anggrek KRL merupakan anggrek alam atau anggrek spesies yang memang dikonservasi langsung dari habitat aslinya.
Diutamakan untuk fungsi penelitian dan perbanyakan secara alami tanpa melalui proses rekayasa genetika.
Selain itu, di antara koleksi araceae yang menjadi favorit dan objek penelitian adalah amorphopalus titanum atau bunga bangkai.
â€ÂKoleksi ini sudah beberapa kali berbunga dan menjadi daya tarik pengunjung khususnya pada saat berbunga," kata Muhammad Henry Faisal.
break
Dilanjutkan, jenis araceae lain yang menjadi koleksi KRL dan kerap berbunga adalah Amorphopalus Paenipholius atau biasa dikenal dengan Suwek.
Tidak hanya itu. Menurut Muhammad Henry Faisal, saat ini Kebun Raya Liwa juga memiliki salah satu tumbuhan khas Lampung Barat yang sudah mulai langka. Yaitu Kayu Tas (Eksbuklandia Pupolnea).
Tumbuhan ini hanya bisa ditemukan pada ketinggian di atas 1000 Mdlp. Salah satu lokasi adalah Gunung Pesagi.
"Menurut kepercayaan masyarakat Lampung Barat, salah satu fungsi tumbuhan ini adalah untuk tolak bala dan mengusir binatang liar seperti ular," papar Muhammad Henry Faisal.
Ke depan diharapkan koleksi tumbuhan di Kebun Raya Liwa semakin bertambah. Dengan begitu kian memperkaya khasanah koleksi serta menjadi daya tarik bagi peneliti, dosen dan juga mahasiswa.
break
"Dari penelitian yang dilaksanakan, harapannya melahirkan hasil yang akan bermanfaat untuk dunia pendidikan dan kesehatan. Khususnya hasil penelitian tumbuhan yang memiliki manfaat sebagai obat-obatan," tegasnya.
Diketahui, Kebun Raya Liwa yang memiliki luas total 86 hektare berada di ketinggian 949 Mdpl.
Kawasan ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Lampung Barat.
Selain menjadi tujuan wisata, Kebun Raya Liwa juga memiliki fungsi konservasi, tempat pendidikan dan tempat penelitian. (Nopriadi)